Welcome to Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia


Kenali Pengobatan Radioterapi

Kenali Pengobatan Radioterapi

Radioterapi / radiasi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk membunuh sel-sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. Sebelum radioterapi dilakukan, biasanya darah harus diperiksa untuk mengetahui apakah pasien menderita anemia. Untuk itu, transfuse darah mungkin diperlukan sebelum radioterapi dijalankan.

Dari 237 juta penduduk Indonesia, diperkirakan ada 237.000 kasus baru. Padahal, data Masyarakat Radiasi Onkologi Amerika (American Society for Radiation Oncology) pada 2005 menyebutkan, 66 persen pasien kanker butuh terapi radiasi. Ketua I Pusat Sokongan dan Informasi Kanker (Cancer Information and Support Center) Sri Suharti mengatakan, lamanya waktu mengantre untuk mendapatkan terapi radiasi berlangsung sejak 2005.

Pada kanker serviks stadium awal, biasanya dokter akan memberikan radioterapi (eksternal maupun internal). Akhir-akhir ini, dokter sering kali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk mengobati kanker serviks yang berada pada stadium IB hingga IVA, yaitu antara lain jika ukuran tumornya lebih besar dari 4 cm atau jika kanker ditemukan telah menyebar ke jaringan lainnya ( di luar serviks), misalnya ke kandung kemih atau usus besar.

Ada dua jenis radioterapi, yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal.

  • Radioterapi eksternal berarti sinar X diarahkan ke tubuh (area panggul) melalui sebuah mesin besar.
  • Radioterapi Internal berarti suatu bahan radioaktif ditanam ke dalam rahim/leher rahim selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel kankernya. Salah satu metode radioterapi internal yang sering digunakan adalah brachytherapy.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia Prof Soehartati Gondhowiardjo mengatakan, estimasi angka kejadian kanker di Indonesia per tahun sekitar 200.000 kasus baru (100 kasus baru per 100.000 penduduk). Tidak kurang dari 60-70 persen penderita kanker memerlukan pengobatan radiasi. Dengan demikian, sekitar 140.000 kasus per tahun membutuhkan radioterapi dengan jenis kanker terbesar ialah kanker serviks, kanker payudara, dan kanker nasofaring.

Efek samping Radioterapi :

  • Kelelahan
  • Sakit Maag
  • Sering ke belakang (diare)
  • Mual
  • Muntah
  • Perubahan warna kulit (seperti terbakar)
  • Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan sanggama menyakitkan
  • Menopause dini
  • Masalah dengan buang air kecil
  • Tulang rapuh sehingga mudah patah tulang
  • Rendahnya jumlah sel darah merah (anemia)
  • Rendahnya jumlah sel darah putih
  • Pembengkakan dikaki (disebut lymphedema)

Pelayanan radioterapi di Indonesia sedikitnya sudah mulai berkembang. Pentingnya hal ini karena layanan kesehatan ini krusial untuk terapi penyakit kanker yang meningkat kasusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *